Mungkin belum banyak yang tahu, apabila Bapak Bangsa Indonesia ini pernah menikah dengan sembilan orang wanita. Kampung yang menjadi tempat tinggal Soekarno ini disebut "Kampung Bung Karno". Biografi Soekarno tentang pendidikan terus berlanjut dan tidak berhenti di Surabaya. Setelah lulus dari HBS Surabaya pada bulan Juli 1921, Soekarno
Buku dengan judul "Di Bawah Bendera Revolusi", merupakan nama pemberian Bung Karno yang berisikan kumpulan buah fikiran/ buah pena/ tulisan-tulisan Bung Karno semasa zaman penjajahan dulu. Tulisan-tulisan tersebut saya rangkum sebagai berikut: Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme (Suluh Indonesia Muda, 1926);
Bung Karno adalah tokoh yang dikenal sangat peduli tentang pemuda. Bahkan kutipan pidatonya tentang pemuda dengan kutipan yang saat ini masih terngiang ditelinga rakyat Indonesia, yaitu; "Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, beri Aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia,".
Isinya merupakan kumpulan bahan pengajaran Bung Karno dalam kursus wanita. Melalui buku ini, Bung Karno mengkritisi kebanyakan laki-laki yang masih memandang perempuan sebagai "suatu blasteran antara Dewi dan seorang tolol." sang proklamator, bapak bangsa yang kita tjintai telah berusaha memperdjuangkan kemadjuan perempuan indonesia
Beri aku satu pemuda dan akan aku guncang dunia. Engkaulah pemuda itu. Sang Proklamator Bangsa. Bangkitkan pemuda pemudi Indonesia. Tancapkan semangat Pancasila di dada. Dalam balutan Bhineka Tunggal ika. Untukmu Bung Karno, Akan kami jaga ibu pertiwi. Kami berjanji sekuat hati.
Soekarno akrab dipanggil dengan julukan Bung Karno. Bung Karno juga dikenal sebagai Putra Sang Fajar karena lahir saat fajar menyingsing. Bung Karno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Dikutip dari laman RRI, Soekarno awalnya diberi nama Koesno Sosrodihardjo. Karena sering sakit, namanya diganti menjadi Soekarno.
Berikut tiga puisi karya Bung Karno dihimpun dari berbagai sumber: Aku Melihat Indonesia. Jikalau aku berdiri di pantai Ngliyep. Aku mendengar Lautan Hindia bergelora. membanting di pantai Ngliyep itu. Aku mendengar lagu, sajak Indonesia. Jikalau aku melihat. sawah-sawah yang menguning-menghijau.
dsAR.
puisi tentang bung karno bapak bangsa